Jadi awal mula cerita adalah pakde saya sedang berada didepan rumah sambil mengontrol depan rumah. Karena jika tidak dikontrol ada saja yang akan parkir didepan rumah, walaupun sudah ada tanda larangan parkir. Sekitar sehabis magrib, mungkin jam setengah 7 kalo tidak salah, ada mobil hitam nissan (lupa jenisnya) yang parkir didepan rumah.
Pakde langsung sigap untuk memberitahu mereka baik baik. Tetapi mereka malah melawan, terlebih Bosnya. Dengan bangga si bos(perempuan)nya mengatakan "SUKA SUKA SAYA MAU PARKIR DIMANA" ya ampun, disini saya langsung berfikir, kemana otak dan sikap perempuan ini? apakah sudah hilang atau termakan oleh statusnya sebagai orang kaya yang sombong?
lantas pakde saya pun langsung menjawab "GIMANA SEANDAINYA SAYA PARKIR DIDEPAN RUMAH ANDA? PASTI ANDA MELARANG JUGA KAN?" dan dia langsung diam dan si bos ini pun ngomong melalui jendela mobil. Seakan akan merendahkan sekali. Lalu supirnya pun turut membela bosnya dan datenglah temannya memakai baju batik memberitahu pakde untuk tidak teriak teriak dengan laganya preman. Dengan suara pakde yang lebih besar pun pakde menjawab "TERSERAH GUE RUMAH RUMAH GUE. LAGIAN MATA LO BUTA APA ITU UDAH ADA TANDANYA". Setelah itu mobil itupun pergi dengan rasa mereka adalah yang benar. Dan supir yang menggunakan batik langsung hilang ntah kemana, mungkin kabur karena takut atau memanasi teman-temannya yang lain untuk menyalahkan pakde.
Disini saya bukannya ingin menjelek-jelekkan pihak manapun, saya hanya ingin memberitahu jangan malu untuk mengakui jika salah. Jika anda orang kaya atau berkecukupan, tolong jaga sikap anda. Tunjukkan memang anda dididik dan terdidik, sayangnya orang kaya ini menunjukkan KESOMBONGANNYA dia. Saya berdoa semoga orang itu diberi kesadaran yang luar biasa. Serta rasa sombongnya berkurang.
Saya sedih melihat hal kemarin, karena saya juga termasuk yang berkumpul dengan orang yang berkecukupan/kelas elit. Tetapi saya melihat kebanyakan teman-teman saya tahu aturan dan jika salah mereka memang mengakuinya, yang lebih penting mereka tidak sombong. Bahkan mobil teman-teman saya lebih keren daripada si sombong tadi. Maksud saya bercerita tentang teman-teman saya bukan merupakan hal sombong, lihatlah dari arah positif apa maksudnya. Jadi teruntuk orang orang yang sombong, lihatlah sekitar. Masih banyak yang LEBIH dari anda. Dan jangan lah sekali kali anda tidak mengerti aturan. Karena dimana mana sang pemilik tanah lebih besar haknya ketimbang anda si orang luar yang memiliki hak lebih sedikit. Jika salah tolong akui kesalahan anda. Jangan malu karena lebih baik anda mengakui ketimbang sok sokan dan di"jijik"in sama orang orang.
Saya bukan manusia sempurna, saya sadar hal itu tetapi saya setidaknya tidak berperilaku seperti yang diatas, jika iya saya akan berusaha untuk menyadarkan hal itu.
Terimakasih atas perhatiannya dan semoga dapat menjadi sebuah pelajaran.
