Bandungan, bukan Bandung. Banyak orang yang salah nama tentang kota ini. Bandungan itu bagaikan Puncak untuk orang semarang dan sekitarnya. Sama seperti Jakarta, orang orang Jakarta pergi ke Puncak bogor Jawa Barat untuk menikmati udara segar dan rileks.
Sedangkan yang ini, Bandungan berada di Semarang Jawa Tengah. Lebih tepatnya arah Semarang-Jogja/Solo. Tempat ini termasuk yang strategis. Kalau readers ingin pergi ke jogja/solo tetapi ingin menikmati udara sejuk selayaknya puncak dan hotelnya murah, banyak di Bandungan. Udaranya yang masih segar dan masih kental budaya adat jawanya ini bener bener patut dicoba. Jarak ke Jogja-Solo hanya di tempuh selama 2 jam. Jika lewat Ambarawa mungkin sekitar 1 jam. Intinya tempat ini benar-benar strategis. Bagi readers yang suka ber travelling, tempat ini patut dicoba.
Ada tahu dan susu kedelai serasi, tempat ini memang sudah ada sejak tahun 1980 kalo tidak salah. Benar-benar ini adalah tahu serasi yang asli. Karena sebelum readers melihat tempat ini pasti banyak kios yang menjual tahu serasi. Tapi tidak seenak tahu serasi yang asli. Cobalah mencicipinya sambil meminum susu kedelai asli dari sana.
Jika readers tau Ambarawa bahkan sudah pernah kesana, berarti readers tahu juga Bandungan, hanya saja begitu anda sampai di pertigaan pasar, Ambarawa belok kiri sedangkan Bandungan belok kanan.
Panorama akan gunung Sindoro atau biasa disebut juga Sundoro langsung tertampang dengan indah dan gagah diantara awan dan kabut yang menyelimutinya. Seperti yang readers lihat di foto foto itu, dengan indahnya gunung sundoro tertampang jelas. Benar-benar membuat readers yang gemar hunting foto mungking kegatelan ingin menjeprat-jepret semua keindahan alam disana.
Dan juga Bandungan memiliki tempat wisata juga. Gue baru ke Candi Gedong Songo. Dimana tempatnya memang diatas bukit. Hamparah lembah yang indah tertampang jelas juga. Sayangnya, gue engga sempet memotret keindahan disana :"( dan Gedong Songo itu bagaikan candi yang berkomplek. Candi pertama masih dekat, dan kebanyakan wisatawan hanya sampai di candi ke 3/4. Jika ingin ke candi 9, readers kalo mau berpegel ria dengan jalan kaki sih gapapa, ada baiknya menunggangi kuda. Medannya tidak seram, menurut gue. Dan pemesanan kudanya juga tidak mahal, dihitung hitung memang candinya jauh sih jadi per orang 50 ribu. Jangan lupa kasih tip.
Setelah itu, ada ambarawa yang memiliki nilai sejarah tentang kereta api. You must see the original. Cuma statiun ini yang bertahan, benar-benar terasa kental hawa jaman Belanda. Karena mereka tidak mengubah sedikit pun arsitekturnya. Tempat ini disebut Museum Kereta Api Ambarawa. Sekarang (2013) masih direnovasi, entah kapan selesainya yang jelas jika reader ingin kesana lebih baik pada hari sabtu/minggu. Katanya sih dibuka pada hari itu. Dan readers bisa menikmati barang barang klasik di museumnya. Koleksi yang masih bertekstur Belanda ini harus readers lihat. Jangan sampai kelewatan.
Disamping ini semua, readers pun dapat mencicipi bagaimana rasanya menaiki kereta uap kuno yang aslinya masih terjamin. Begitu anda menaiki hingga statiun berikutnya, readers akan dimanja oleh panorama yang indah dan hijau. Membuat rileks mata dan udara pun masih segar.
Dan jangan lupa untuk mampir di kampung rawa Ambarawa. Disitu anda bisa menikmati permainan mancing, memutari rawa, dan mencoba makan di restorang yang mengapung di rawa. ke restorannya pun harus dijemput dengan getek.
Cukup sekian informasi tentang Bandungan. Readers harus merasakan sendiri dan melihatnya. Selamat bersenang senang di Bandungan! :D ini beberapa foto yang gue ambil di Bandungan, tepatnya di hotel Rawa Pening :)